Laboratorium penelitian di Karlsruhe, Dresden, Erlangen, dan Julich disebut sebagai lokasi potensial. Sementara itu, fasilitas pengayaan uranium di Gronau diklaim mampu menghasilkan uranium tingkat senjata hanya dalam waktu satu minggu.
SVR menuding bahwa UE sengaja bersembunyi di balik 'payung nuklir' Amerika Serikat hanya untuk membeli waktu guna membangun kapasitas nuklir independen mereka sendiri.
Peringatan Rusia: Ancaman Perlombaan Senjata Baru
Berdasarkan temuan tersebut, Rusia mendesak pemerintah Amerika Serikat dan otoritas global lainnya untuk segera bertindak mencegah ambisi nuklir Uni Eropa.
Moskow memperingatkan bahwa keberhasilan Brussels memiliki senjata nuklir akan memicu putaran baru perlombaan senjata nuklir global yang tidak terkendali. Hal ini berpotensi meruntuhkan sistem non-proliferasi internasional yang telah dibangun puluhan tahun.
"Kami mendesak administrasi AS dan semua pemerintah untuk melakukan segala kemungkinan guna menghentikan Uni Eropa memperoleh senjata nuklir," tegas penutup pernyataan intelijen Rusia tersebut.
Tanggapan dan Implikasi Global
Laporan ini juga mendapat sorotan dari media Iran, Tasnim News, yang diinterpretasikan sebagai upaya menunjukkan bahwa ancaman nuklir tidak hanya datang dari Teheran. Hingga saat ini, pihak Uni Eropa belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan serius dari Moskow ini.
Klaim intelijen Rusia ini berpotensi semakin memanasnya hubungan geopolitik dan memicu perdebatan baru tentang masa depan keamanan nuklir di Eropa dan dunia.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Runtuh, Presiden Iran Deklarasikan Perang Total Lawan AS – Harga Minyak Meroket
AS Minta Warga di Seluruh Dunia Tingkatkan Kewaspadaan Akibat Ketegangan dengan Iran
Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Yordania, 50.000 Tentara Amerika Tak Berdaya
Trump Dihujat Penonton Saat Serahkan Trofi Piala Dunia 2026, Momen Kontroversial di Final Spanyol vs Argentina