Praka Rico menjadi personel TNI keempat yang gugur dalam konflik terbaru Israel-Hizbullah dalam sebulan terakhir. Tercatat ada tiga insiden terpisah yang menyerang pasukan TNI di Lebanon selatan, yaitu pada 29 dan 30 Maret serta 3 April.
PBB pada 7 April lalu telah mengungkap hasil penyelidikan penyebab gugurnya tiga prajurit TNI sebelumnya. Dua kejadian pada 29 dan 30 Maret menewaskan tiga prajurit TNI dan melukai lima lainnya. Sementara serangan pada 3 April melukai tiga prajurit TNI.
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menjelaskan, insiden pertama pada 29 Maret di dekat Adchit Al Qusayr yang menyebabkan gugurnya Praka Farizal Rhomadhon (kini dinaikkan pangkatnya menjadi Kopda Anumerta) disebabkan oleh tembakan tank Merkava milik Israel. Merujuk hasil penyelidikan PBB, Praka Rico gugur dalam serangan tank Merkava Israel yang sama bersama Praka Farizal.
Sementara insiden kedua pada keesokan harinya di Bani Hayyan menyebabkan gugurnya Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur. Keduanya kemungkinan menjadi korban ranjau darat yang dipasang oleh kelompok Hizbullah Lebanon. Kendaraan yang mereka gunakan hancur akibat ledakan dahsyat tersebut.
Artikel Terkait
Trump Sebut India dan China Hellhole, Kemarahan Global dan Krisis Diplomatik AS
Trump Perintahkan AL AS Tembak Hancurkan Kapal Penebar Ranjau di Selat Hormuz
Trump Tolak Gunakan Senjata Nuklir Lawan Iran, Desak Kesepakatan Damai Abadi
Reza Pahlavi Dilempari Saus Tomat di Konferensi Pers Berlin: Simbol Ketegangan Politik Iran di Pengasingan