Setelah menerima pemberitahuan, setiap kapal wajib mengikuti seluruh kerangka aturan yang telah ditetapkan. Hanya setelah memenuhi semua persyaratan, kapal dapat memperoleh izin resmi untuk melintas. Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya pengawasan Iran terhadap lalu lintas maritim di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis global yang menjadi lintasan utama bagi sebagian besar pengiriman minyak dunia. Iran mulai memberlakukan kontrol navigasi lebih ketat sejak pecahnya perang Amerika Serikat-Israel pada 28 Februari lalu. Ketegangan dan persaingan kebijakan terkait akses maritim di kawasan semakin meningkat.
Pernyataan terbaru pejabat Iran menegaskan bahwa kapal-kapal kini wajib mengikuti rute yang telah ditentukan dan memperoleh otorisasi untuk melintas. Sementara itu, Amerika Serikat terus mengerahkan kekuatan angkatan lautnya di kawasan untuk mendukung pelayaran komersial.
Artikel Terkait
Trump Dihujat Penonton Saat Serahkan Trofi Piala Dunia 2026, Momen Kontroversial di Final Spanyol vs Argentina
2 Tentara AS Tewas, Iran Serang Rudal Balistik ke Pangkalan Militer Yordania
Iran Hancurkan Jet Tempur AS di Yordania, Serangan Balasan Operasi Nasr 2 Meluas ke Kuwait dan Bahrain
Parlemen Israel Bubar, Pemilu Digelar 27 Oktober: Nasib Netanyahu di Ujung Tanduk