Setelah menerima pemberitahuan, setiap kapal wajib mengikuti seluruh kerangka aturan yang telah ditetapkan. Hanya setelah memenuhi semua persyaratan, kapal dapat memperoleh izin resmi untuk melintas. Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya pengawasan Iran terhadap lalu lintas maritim di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis global yang menjadi lintasan utama bagi sebagian besar pengiriman minyak dunia. Iran mulai memberlakukan kontrol navigasi lebih ketat sejak pecahnya perang Amerika Serikat-Israel pada 28 Februari lalu. Ketegangan dan persaingan kebijakan terkait akses maritim di kawasan semakin meningkat.
Pernyataan terbaru pejabat Iran menegaskan bahwa kapal-kapal kini wajib mengikuti rute yang telah ditentukan dan memperoleh otorisasi untuk melintas. Sementara itu, Amerika Serikat terus mengerahkan kekuatan angkatan lautnya di kawasan untuk mendukung pelayaran komersial.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan