Setelah menerima pemberitahuan, setiap kapal wajib mengikuti seluruh kerangka aturan yang telah ditetapkan. Hanya setelah memenuhi semua persyaratan, kapal dapat memperoleh izin resmi untuk melintas. Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya pengawasan Iran terhadap lalu lintas maritim di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis global yang menjadi lintasan utama bagi sebagian besar pengiriman minyak dunia. Iran mulai memberlakukan kontrol navigasi lebih ketat sejak pecahnya perang Amerika Serikat-Israel pada 28 Februari lalu. Ketegangan dan persaingan kebijakan terkait akses maritim di kawasan semakin meningkat.
Pernyataan terbaru pejabat Iran menegaskan bahwa kapal-kapal kini wajib mengikuti rute yang telah ditentukan dan memperoleh otorisasi untuk melintas. Sementara itu, Amerika Serikat terus mengerahkan kekuatan angkatan lautnya di kawasan untuk mendukung pelayaran komersial.
Artikel Terkait
Aktivis AS Beberkan Bukti Pelanggaran HAM Sistematis terhadap Minoritas di India, Desak Sanksi Global Magnitsky
AS Kehilangan 39 Pesawat dalam Perang Lawan Iran, Biaya Operasi Tembus 29 Miliar Dolar
Militer Arab Saudi Diam-Diam Balas Serangan Iran, Begini Kronologi Lengkapnya
Rudal Setan II Rusia Sarmat: Hancurkan AS dan Eropa dalam Hitungan Menit