Menurut laporan dari The Times of Israel, ledakan terjadi di fasilitas uji coba milik Tomer, perusahaan yang fokus pada pengembangan mesin roket dan rudal. "Eksperimen yang telah direncanakan sebelumnya dilakukan sesuai jadwal," demikian pernyataan resmi perusahaan yang dikutip pada Minggu (17/5/2026).
Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai dampak negatif dari uji coba tersebut terhadap lingkungan sekitar, termasuk korban jiwa maupun luka-luka. Kejadian ini menjadi perhatian publik global mengingat lokasi dan situasi geopolitik yang sedang memanas di kawasan Timur Tengah.
Artikel Terkait
Strategi Perang Iran: Persiapan Puluhan Tahun yang Gagalkan Serangan Israel dan AS
Israel Diam-Diam Kuasai 60% Wilayah Gaza, Manfaatkan Fokus Dunia pada Perang AS vs Iran
Aktivis AS Beberkan Bukti Pelanggaran HAM Sistematis terhadap Minoritas di India, Desak Sanksi Global Magnitsky
AS Kehilangan 39 Pesawat dalam Perang Lawan Iran, Biaya Operasi Tembus 29 Miliar Dolar