MULTAQOMEDIA.COM – Kompleks Gedung Putih mendadak membara setelah serangan bersenjata berdarah mengguncang jantung pertahanan Amerika Serikat. Insiden ini memicu kepanikan massal di kalangan staf kepresidenan dan puluhan jurnalis yang tengah bertugas.
Pada Sabtu malam, 23 Mei 2026, pukul 18.00 waktu setempat (Minggu pukul 05.00 WIB), kepulan asap dan rentetan peluru memecah keheningan di persimpangan Pennsylvania Avenue dan 17th Street Northwest. Seorang pria bersenjata bernama Nasire Best (21) nekat mendekati pos pemeriksaan keamanan Secret Service. Tanpa peringatan, ia menarik senjata api dari tasnya dan melepaskan tembakan bertubi-tubi sebanyak 15 hingga 30 kali ke arah petugas yang berjaga.
Detik-Detik Mencekam di Halaman Utara Gedung Putih
Saat peluru mulai berterbangan, kepanikan luar biasa melanda halaman utara Gedung Putih. Sejumlah jurnalis senior yang tengah menyelesaikan laporan harian terpaksa berlari pontang-panting mencari perlindungan. Koresponden ABC News, Selena Wang, sedang merekam video menggunakan iPhone-nya ketika rentetan tembakan menginterupsi laporannya tentang potensi kesepakatan Iran. Rekaman video Wang menangkap momen dramatis saat dirinya merunduk ketakutan, sementara agen Secret Service berteriak memerintahkan semua orang untuk "tiarap dan berjongkok" sebelum akhirnya digiring masuk ke ruang konferensi pers.
"Kedengarannya seperti puluhan tembakan. Kami diperintahkan untuk berlari secepat mungkin ke ruang pers," ungkap Selena Wang dengan raut wajah yang masih syok.
Di dalam Ruang Oval, suasana tidak kalah tegang. Presiden Donald Trump yang kini menginjak usia 79 tahun, sedang berada di dalam gedung bersama para ajudan utamanya, termasuk Steven Cheung, Natalie Harp, dan Margo Martin. Mereka tengah membahas negosiasi perdamaian Timur Tengah saat kompleks kepresidenan tersebut langsung dinyatakan dalam status lockdown total.
Respons Mematikan Secret Service
Tidak butuh waktu lama bagi Secret Service untuk menetralisir ancaman. Agen-agen bersenjata berat langsung membalas tembakan dengan akurasi mematikan. Nasire Best roboh bersimbah darah di trotoar luar perimeter Gedung Putih. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Artikel Terkait
Trump Beri Waktu Diplomasi Iran, Serangan Militer Ditunda
Trump Lempar Stephen Colbert ke Tempat Sampah, Video AI Viral Picu Perang Politik AS
Krisis Kuba Memuncak: Kapal Induk AS Berlabuh, Raul Castro Didakwa, Ancaman Perang Mengintai
Presiden Korsel Lee Jae Myung Perintahkan Kajian Surat Perintah Penangkapan Netanyahu Usai Serangan Kapal Bantuan Gaza