Penembakan Brutal di Gedung Putih: Detik-Detik Mencekam dan Motif Pelaku Gangguan Jiwa

- Minggu, 24 Mei 2026 | 06:00 WIB
Penembakan Brutal di Gedung Putih: Detik-Detik Mencekam dan Motif Pelaku Gangguan Jiwa

Sayangnya, baku tembak ini juga memakan korban lain. Seorang warga sipil yang berada di sekitar lokasi turut terkena peluru dan kini dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi serius. Belum dapat dipastikan apakah korban terluka akibat tembakan pelaku atau terjebak dalam peluru silang (crossfire).


Motif Pelaku: Ilusi Religius dan Catatan Medis


Penyelidikan awal yang didukung penuh oleh FBI mengungkap fakta mengejutkan mengenai latar belakang pelaku. Nasire Best bukanlah sosok asing bagi aparat penegak hukum. Pada Juli 2025, Best pernah ditangkap oleh Secret Service karena mencoba menerobos masuk secara ilegal ke kompleks Gedung Putih. Pasca-insiden tahun lalu, ia sempat dimasukkan ke bangsal psikiatri karena gangguan kesehatan mental yang parah.


Sumber penegak hukum menyebutkan bahwa Best memiliki delusi religius yang akut, di mana ia secara terbuka mengklaim dirinya sebagai Yesus Kristus. Pengadilan sebenarnya telah mengeluarkan perintah larangan mendekat, namun ia tetap berhasil kembali membawa senjata.


Ancaman Pembunuhan Berulang terhadap Trump


Insiden berdarah ini menambah panjang daftar kelam ancaman pembunuhan yang mengincar Donald Trump. Ini merupakan serangan besar keempat yang mengancam nyawanya, menyusul insiden penembakan massal di Butler, Pennsylvania pada Juli 2024, ancaman di lapangan golf West Palm Beach, serta peristiwa dramatis beberapa minggu lalu di acara White House Correspondents' Dinner pada 25 April 2026.


Hingga berita ini diturunkan, garis polisi dan puluhan penanda bukti berwarna oranye masih menghiasi trotoar 17th Street. Direktur FBI, Kash Patel, menegaskan pihaknya bersama Secret Service akan terus mengusut tuntas bagaimana seorang pria dengan riwayat gangguan mental berat bisa membawa senjata api sedekat itu ke ring satu Amerika Serikat.


Ringkasan Insiden Penembakan Gedung Putih



  • Aksi Penembakan Brutal: Seorang pemuda berusia 21 tahun bernama Nasire Best tewas ditembak Secret Service setelah melepaskan hingga 30 tembakan di pos keamanan luar Gedung Putih.

  • Presiden Trump Selamat: Donald Trump berada di dalam Ruang Oval bersama para ajudan saat insiden terjadi, namun Secret Service memastikan tidak ada target pengamanan yang terluka.

  • Pelaku Gangguan Jiwa: Tersangka memiliki rekam jejak gangguan kesehatan mental, mengklaim dirinya sebagai Yesus Kristus, dan pernah ditangkap di lokasi yang sama pada Juli 2025.


Halaman:

Komentar