Selama masa gencatan senjata, seharusnya pasukan Zionis mundur ke belakang "Garis Kuning", yaitu batas kendali yang dibuat secara sepihak oleh Israel. Berdasarkan peta militer sebelumnya, Garis Kuning ini menempatkan Israel pada posisi menguasai sekitar 53 persen wilayah Gaza, sementara sisanya berada di bawah kendali Hamas. Namun, dalam praktiknya, Israel secara sepihak memindahkan patok beton penanda Garis Kuning tersebut ke wilayah yang lebih dalam, yang sebelumnya dikuasai oleh Hamas.
Peta terbaru yang dirilis oleh militer Israel pada bulan Maret lalu menunjukkan area terlarang bagi penduduk Gaza kini semakin luas. Para pengamat independen mengkonfirmasi bahwa Israel kini memegang kendali atas sekitar 64 persen wilayah Gaza, sebuah angka yang selaras dengan pernyataan Netanyahu yang berulang kali mengklaim bahwa militernya menguasai lebih dari 60 persen wilayah kantong Palestina tersebut.
Awalnya, Netanyahu berdalih bahwa perluasan wilayah ini diperlukan untuk menciptakan zona penyangga di Gaza, Suriah, dan Lebanon guna mencegah potensi serangan di masa depan. Namun, pada kenyataannya, Israel terus menunjukkan sikap ekspansif dengan menguasai lebih banyak wilayah jajahan, tidak hanya di Gaza tetapi juga di Lebanon.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Jatuh Pesawat Militer AS, Centcom Bantah Keras
Hizbullah Luncurkan 37 Serangan Besar ke Israel, Drone Kamikaze dan Rudal Anti-Tank Jadi Andalan
Mojtaba Khamenei: Negara Arab Tak Lagi Jadi Tameng Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
AS Serang Iran di Bandar Abbas: Eskalasi Konflik Selat Hormuz dan Masa Depan Gencatan Senjata