Rekaman video dari bandara menunjukkan kerusakan yang meluas, termasuk kebakaran besar di terminal satu, atap yang runtuh, dan kepulan asap tebal membumbung tinggi.
Menanggapi insiden tersebut, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, Brigadir Jenderal Saud al-Otayan, mengutuk keras apa yang disebutnya sebagai "kejahatan agresi Iran".
Iran pada hari yang sama menyatakan bahwa serangan terhadap bandara Kuwait disebabkan oleh rudal pencegat Patriot milik AS, sebuah klaim yang langsung dibantah oleh Centcom.
Kantor berita Tasnim Iran mengutip pernyataan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang menegaskan bahwa mereka tidak menembaki bandara Kuwait.
Sementara itu, AS menegaskan bahwa klaim Iran tersebut tidak benar dan menyebut serangan terhadap bandara sebagai "tindakan yang disengaja, terencana, dan tidak dapat dibenarkan".
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan