Rekaman video dari bandara menunjukkan kerusakan yang meluas, termasuk kebakaran besar di terminal satu, atap yang runtuh, dan kepulan asap tebal membumbung tinggi.
Menanggapi insiden tersebut, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, Brigadir Jenderal Saud al-Otayan, mengutuk keras apa yang disebutnya sebagai "kejahatan agresi Iran".
Iran pada hari yang sama menyatakan bahwa serangan terhadap bandara Kuwait disebabkan oleh rudal pencegat Patriot milik AS, sebuah klaim yang langsung dibantah oleh Centcom.
Kantor berita Tasnim Iran mengutip pernyataan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang menegaskan bahwa mereka tidak menembaki bandara Kuwait.
Sementara itu, AS menegaskan bahwa klaim Iran tersebut tidak benar dan menyebut serangan terhadap bandara sebagai "tindakan yang disengaja, terencana, dan tidak dapat dibenarkan".
Artikel Terkait
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu
Trump Murka pada Netanyahu: Ancaman Penjara dan Kritik Pedas soal Perang Lebanon
Media Singapura Sebut Jakarta Mirip Gotham City, Tapi Turis Tetap Berburu Belanja Murah Gegara Rupiah Anjlok