Menurut kantor humas militer Iran, AL Iran mengerahkan rudal jelajah Qadir dan drone kamikaze Shahed Danesh untuk mengadang kapal destroyer AS, yaitu DDG-103 dan DDG-87. Pihak Teheran menegaskan bahwa operasi ini merupakan aksi balasan atas tindakan militer AS yang kerap mengganggu dan menyita kapal kargo serta tanker minyak milik Iran.
Namun, klaim sepihak tersebut langsung dibantah keras oleh Komando Pusat (Centcom) AS. Melalui pernyataan resmi di media sosial X, Centcom menegaskan bahwa narasi Iran mengenai kapal AS yang dipaksa mundur ke Samudera Hindia adalah informasi keliru.
Centcom memastikan tidak ada serangan maupun tembakan peringatan yang diarahkan ke kapal perang mereka. Tindakan tersebut dinilai sebagai pelanggaran berat terhadap kesepakatan gencatan senjata. Pihak Washington menyatakan pasukan AS tetap beroperasi bebas di perairan regional dalam rangka mengawal blokade maritim penuh terhadap Iran.
Artikel Terkait
Citra Satelit Ungkap Hancurnya Pangkalan Militer AS di Kuwait Akibat Serangan Rudal Iran
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu
Trump Murka pada Netanyahu: Ancaman Penjara dan Kritik Pedas soal Perang Lebanon