Operasi militer Iran ini melibatkan kekuatan gabungan dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara IRGC. Sasaran utama serangan meliputi infrastruktur militer AS di Pangkalan Udara Ali Al Salem, Kuwait, serta berbagai fasilitas yang terkait dengan Armada Kelima AS di Bahrain. Dalam operasi tersebut, IRGC menggunakan rudal balistik dan drone untuk menghujani lokasi-lokasi strategis milik AS.
Pembalasan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir. Bentrokan bersenjata ini tercatat sebagai konflik terbesar antara AS dan Iran sejak kedua negara menandatangani nota kesepahaman (MoU) perjanjian damai pada 17 Juni lalu.
Konflik terbaru dipicu oleh serangan Iran terhadap kapal kargo yang melintas tanpa izin di Selat Hormuz pada Kamis sebelumnya. Sebagai respons, AS melancarkan serangan ke target-target militer Iran di pesisir Selat Hormuz. Iran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan AS di Bahrain. Pola serangan balasan ini kembali terulang pada Sabtu, memperburuk situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Artikel Terkait
AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Negosiasi Baru di Doha Fokus pada Sengketa Selat Hormuz
Gempa Kembar Magnitudo Besar di Venezuela Tewaskan 920 Orang, 50.000 Lebih Masih Hilang
Gempa Dahsyat M7,2 dan M7,5 Guncang Venezuela, Bangunan Runtuh dan Tsunami Sempat Terjadi
Trump Ancam Terapkan Tarif di Selat Hormuz Jika Gagal Damai dengan Iran dalam 60 Hari