Isi dari MoU tersebut menyebutkan bahwa Iran berjanji untuk melakukan upaya terbaik dalam menjamin jalur aman bagi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Sebagai imbalan, AS setuju untuk mencabut blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan milik Iran.
Kini, kedua negara telah sepakat untuk menghentikan seluruh aksi militer dan akan kembali ke meja perundingan di Doha, Qatar, pada Selasa, 30 Juni 2026. Agenda utama pertemuan ini bukan lagi membahas program nuklir Iran, melainkan fokus pada penyelesaian sengketa implementasi kesepakatan di Selat Hormuz.
Titik perbedaan penafsiran terletak pada klausul yang mengatur lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Seorang pejabat senior AS menyatakan kepada Axios, "Kami memutuskan untuk menghentikan semua aktivitas kinetik," yang dalam istilah militer berarti penghentian seluruh operasi serangan.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan