Puncak acara terjadi ketika Trump dan Infantino bersama-sama menyerahkan trofi kepada kapten Spanyol, Rodri. Setelah prosesi serah terima, Infantino terlihat berusaha mengarahkan Trump untuk meninggalkan panggung. Namun, Trump tetap bertahan di podium dan berdiri di samping para pemain Spanyol saat sang kapten mengangkat trofi tinggi-tinggi sebagai bagian dari seremoni kemenangan.
Baru setelah momen ikonik tersebut, Trump akhirnya meninggalkan panggung bersama dengan Gianni Infantino.
Insiden ini bukanlah pertama kalinya Trump mendapatkan sambutan beragam di acara olahraga. Sepanjang dua masa jabatannya sebagai presiden maupun selama masa kampanye, ia telah menghadiri berbagai event olahraga besar dan menerima reaksi yang berbeda-beda dari para penonton.
Saat menjadi presiden petahana pertama yang menghadiri Super Bowl pada tahun 2025, Trump justru disambut dengan teriakan dan sorakan positif. Namun, di kesempatan lain seperti Game 3 final NBA dan turnamen tenis US Open, ia harus menerima kenyataan pahit berupa cemoohan dari para penonton.
Menariknya, menurut memo yang ditinjau oleh The Atlantic, pada final tunggal putra US Open tahun lalu, Asosiasi Tenis Amerika sempat meminta penyiar untuk menyensor reaksi negatif penonton. Namun, keputusan berbeda diambil oleh stasiun televisi ESPN dan ABC yang memilih untuk tidak meredam sorakan tersebut, membiarkan suara penonton terdengar apa adanya.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan