Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Hadapi Teror dan 4 Tuduhan Fitnah di Media Sosial
Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, mengungkapkan bahwa dirinya tidak hanya mendapat teror penculikan dan ancaman pembunuhan, tetapi juga menjadi korban pembunuhan karakter yang masif disebarkan melalui platform media sosial.
Menurut Tiyo, serangan tersebut mulai intens diterimanya setelah ia aktif menyuarakan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah, salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).
4 Tuduhan dan Fitnah yang Dihadapi Tiyo Ardianto
Dalam sebuah podcast, Tiyo membeberkan setidaknya ada empat bentuk tuduhan dan fitnah yang dialaminya. Ia menyebut pelaku berusaha mencari aib pribadinya, namun gagal, sehingga beralih pada cara-cara mengarang cerita.
1. Tuduhan Terkait LGBT
Tuduhan pertama yang dihembuskan adalah isu bahwa dirinya merupakan bagian dari komunitas LGBT. Tiyo menduga hal ini muncul karena pihak tertentu tidak berhasil menemukan informasi mengenai pacar perempuannya.
"Kita ini lagi berkomitmen untuk tidak pacaran. Tapi mohon maaf, jangan karena tidak punya pacar perempuan, terus dikira suka laki-laki," tegas Tiyo.
Artikel Terkait
Sjafrie Sjamsoeddin Tegaskan Tidak Minat Jadi Cawapres 2029: Analisis & Dampak Politik
Lukisan SBY Kuda Api Terjual Rp 6,5 Miliar ke Raja Batu Bara: Fakta & Kontroversi
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi di PN Solo: Kuasa Hukum Minta Presiden Hadir Langsung
Analisis Cawapres Prabowo 2029: Sjafrie Sjamsoeddin Jadi Calon Pengganti Gibran?