Kesepakatan Transfer Data Indonesia-AS: Dampak, Regulasi, dan Perlindungan Data Pribadi

- Jumat, 20 Februari 2026 | 13:50 WIB
Kesepakatan Transfer Data Indonesia-AS: Dampak, Regulasi, dan Perlindungan Data Pribadi

Indonesia dan AS Sepakat Transfer Data Lintas Negara, Bagaimana Perlindungannya?

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat telah menyepakati transfer data lintas negara untuk kepentingan bisnis. Kesepakatan ini merupakan bagian dari Agreement on Reciprocal Tariff (ART) antara kedua negara.

"Indonesia juga mendorong transfer data lintas batas terbatas sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia," tegas Airlangga dalam pernyataan resmi di Washington, AS, Jumat (20/2/2026).

Jaminan Perlindungan Data Pribadi dalam Kesepakatan

Airlangga memastikan bahwa transfer data yang dilakukan akan tetap mematuhi regulasi perlindungan data konsumen. Pemerintah AS diklaim akan menyetarakan tingkat perlindungan data yang berlaku di Indonesia. Klausul ini termuat dalam Pakta 3 perjanjian dengan tema Perdagangan Digital dan Teknologi.

Pakta tersebut tidak hanya mendorong peningkatan aktivitas perdagangan digital, tetapi juga menyepakati tindakan non-diskriminasi atas produk dan layanan digital asal AS. Kerja sama ini juga mencakup kolaborasi dalam mengantisipasi serangan siber.

Tanggapan dan Kritik terhadap Kebijakan Transfer Data


Halaman:

Komentar