Terbangun Pukul 3 Pagi Bukan Gangguan, Ternyata Ini Pola Tidur Alami Manusia
Pernahkah Anda terbangun pukul 3 pagi dan merasa khawatir tentang kualitas tidur? Menurut Darren Rhodes, ahli Psikologi Kognitif dari Keele University, fenomena ini justru sangat manusiawi dan berakar dari sejarah evolusi kita.
Sejarah Tidur Dua Sesi: First Sleep dan Second Sleep
Konsep tidur delapan jam tanpa terputus adalah kebiasaan modern. Selama sebagian besar sejarah, manusia tidur dalam dua sesi terpisah: first sleep (tidur pertama) dan second sleep (tidur kedua). Kedua sesi ini dipisahkan oleh periode terjaga selama satu jam atau lebih di tengah malam.
Catatan sejarah dari Eropa, Afrika, hingga Asia menunjukkan pola ini. Keluarga tidur lebih awal setelah gelap, bangun sekitar tengah malam, lalu tidur kembali hingga fajar. Momen terjaga ini dimanfaatkan untuk berdoa, merenung, membaca, menulis, atau sekadar bercengkrama dengan keluarga.
Penyebab Menghilangnya Pola Tidur Dua Sesi
Pola tidur alami ini mulai memudar dalam dua abad terakhir karena dua revolusi besar:
- Revolusi Pencahayaan: Kehadiran lampu minyak, gas, dan listrik mengubah malam menjadi waktu beraktivitas. Cahaya buatan menekan produksi melatonin (hormon tidur) dan menggeser ritme sirkadian tubuh.
- Revolusi Industri: Jadwal kerja pabrik yang ketat menuntut efisiensi waktu, mendorong budaya tidur satu blok panjang (8 jam) untuk menyesuaikan dengan jam kerja.
Artikel Terkait
Konflik Internal TPUA: Pergeseran Kuasa Hukum, Tuduhan Pengkhianatan, dan Masa Depan Tim Anti Korupsi
Proyek 35.000 Mobil India Dikritik: Beban Fiskal Rp 10.000 T & Potensi Penyimpangan
Viral! Taksi Premium Rp 1,5 Juta untuk 80 Km, Netizen Heboh
OJK Jatuhkan Denda Rp 5,35 Miliar ke Influencer Saham BVN: Modus Pump and Dump Terungkap