Jumlah korban tersebut sudah termasuk dampak dari konflik yang terjadi sebelum Presiden AS Donald Trump mengumumkan berakhirnya gencatan senjata antara kedua negara pada 7 Juli. Sebelumnya, pada 27 Juni, AS dan Iran telah terlibat dalam aksi saling serang yang dipicu oleh sengketa pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz.
Sebagai upaya meredakan ketegangan, AS dan Iran sempat menandatangani perjanjian MoU Islamabad yang mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak 28 Februari, dengan masa berlaku setidaknya 60 hari.
Namun, situasi kembali memanas setelah 7 Juli. Pasukan AS melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran sebagai respons atas insiden penembakan yang dilakukan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz. Komando Pusat AS (Centcom) mengklaim aksi tersebut sebagai tindakan defensif.
Sebagai balasan, militer Iran melancarkan serangan ke pangkalan-pangkalan militer AS yang berada di kawasan Timur Tengah, memperluas skala konflik di wilayah tersebut.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan