MULTAQOMEDIA.COM - Militer Amerika Serikat (AS) mengalami kegagalan pertahanan setelah serangan rudal Iran menembus pertahanan dan menimbulkan korban jiwa di kalangan prajurit. Serangan rudal Iran yang menghantam Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania pada Jumat pekan lalu menjadi sorotan global. Insiden ini mengakibatkan tiga personel tewas dan empat lainnya luka-luka, meskipun beberapa laporan menyebutkan jumlah korban luka mencapai puluhan orang.
Dua dari tiga korban tewas telah berhasil diidentifikasi, sementara satu personel yang sebelumnya dinyatakan hilang kini dikonfirmasi meninggal dunia akibat serangan rudal balistik tersebut.
Melansir laporan CBS News, kemampuan rudal Iran yang semakin canggih menjadi ancaman serius bagi militer AS di Timur Tengah. Rudal-rudal ini terbukti mampu menembus sistem pertahanan udara AS dan sekutunya, baik karena gagal dicegat maupun tidak terdeteksi tepat waktu.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengakui adanya celah dalam sistem pertahanan. "Sebuah rudal berhasil lolos. Kami menembak jatuh hampir semua rudal, tetapi satu rudal luput dan ini sangat menyedihkan," ujarnya.
Serangan ini bukanlah insiden terisolasi. Laporan CBS News mengungkapkan bahwa pangkalan militer AS yang sama telah menjadi target serangan dua kali dalam kurun waktu 48 jam. Akumulasi dari serangan tersebut melukai puluhan personel militer.
Artikel Terkait
Trump Ancam Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik Iran Jika Serang Kapal di Selat Hormuz
53 Orang Tewas Akibat Serangan AS ke Iran, Korban Luka Capai 592 Jiwa
Gencatan Senjata Runtuh, Presiden Iran Deklarasikan Perang Total Lawan AS – Harga Minyak Meroket
AS Minta Warga di Seluruh Dunia Tingkatkan Kewaspadaan Akibat Ketegangan dengan Iran