MULTAQOMEDIA.COM - Militer Amerika Serikat (AS) mengalami kegagalan pertahanan setelah serangan rudal Iran menembus pertahanan dan menimbulkan korban jiwa di kalangan prajurit. Serangan rudal Iran yang menghantam Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania pada Jumat pekan lalu menjadi sorotan global. Insiden ini mengakibatkan tiga personel tewas dan empat lainnya luka-luka, meskipun beberapa laporan menyebutkan jumlah korban luka mencapai puluhan orang.
Dua dari tiga korban tewas telah berhasil diidentifikasi, sementara satu personel yang sebelumnya dinyatakan hilang kini dikonfirmasi meninggal dunia akibat serangan rudal balistik tersebut.
Melansir laporan CBS News, kemampuan rudal Iran yang semakin canggih menjadi ancaman serius bagi militer AS di Timur Tengah. Rudal-rudal ini terbukti mampu menembus sistem pertahanan udara AS dan sekutunya, baik karena gagal dicegat maupun tidak terdeteksi tepat waktu.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengakui adanya celah dalam sistem pertahanan. "Sebuah rudal berhasil lolos. Kami menembak jatuh hampir semua rudal, tetapi satu rudal luput dan ini sangat menyedihkan," ujarnya.
Serangan ini bukanlah insiden terisolasi. Laporan CBS News mengungkapkan bahwa pangkalan militer AS yang sama telah menjadi target serangan dua kali dalam kurun waktu 48 jam. Akumulasi dari serangan tersebut melukai puluhan personel militer.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan