Rudal Iran Tembus Pertahanan AS di Yordania, 3 Prajurit Tewas dan Puluhan Terluka

- Kamis, 23 Juli 2026 | 01:25 WIB
Rudal Iran Tembus Pertahanan AS di Yordania, 3 Prajurit Tewas dan Puluhan Terluka





Rudal berpemandu presisi buatan Iran berulang kali berhasil menembus sistem pertahanan rudal Yordania dan AS. Juru Bicara Komando Pusat AS (Centcom), Tim Hawkins, mengklaim bahwa pasukannya dan sekutu telah berhasil mencegat puluhan rudal dan drone Iran sejak 17 Juli. Meski demikian, ia mengakui bahwa tidak semua serangan dapat digagalkan.





Presiden AS Donald Trump menyalahkan pihak lain atas kegagalan ini. Trump menuding adanya operator lain di pangkalan udara yang membiarkan rudal tersebut lolos. "Mereka (Iran) memang menyelundupkan sesuatu di Yordania, dan kita ada operator lain," ujarnya, mengindikasikan adanya "musuh dalam selimut".





Trump menegaskan bahwa AS memiliki peralatan tempur terbaik di dunia yang mampu mencegat berbagai jenis rudal. Namun, peralatan canggih tersebut tidak dioperasikan oleh personel AS. "Kita membiarkan orang lain melakukan tugas itu dan terkadang hasilnya tidak begitu baik," kata Trump tanpa menyebut identitas operator yang dimaksud.





Sementara itu, Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mengonfirmasi bahwa hampir 100 personel militer AS mengalami luka-luka akibat serangan Iran di seluruh Timur Tengah sepanjang bulan ini. Angka tersebut belum termasuk korban dari serangan mematikan terbaru di Yordania.





Seorang pengamat militer Yordania dan mantan pejabat tinggi, Qasid Mahmoud, mengaitkan efektivitas serangan Iran dengan peningkatan teknologi rudal. "Iran memiliki teknologi rudal yang canggih," katanya. Ia menjelaskan bahwa Iran menggabungkan rudal dan drone secara bersamaan untuk mengelabui pertahanan udara.





Lebih lanjut, Mahmoud mengungkapkan taktik Iran yang menggunakan rudal murah sebagai pengalih perhatian radar. Setelah radar terkecoh, Iran menembakkan rudal berkualitas lebih tinggi yang mampu mengubah target akhir dalam jarak 30 hingga 40 km. Perubahan lintasan di menit-menit terakhir ini membuat sistem pertahanan udara kesulitan untuk mencegatnya.


Halaman:

Komentar