Melalui unggahan di platform media sosial Truth Social, Trump menegaskan bahwa setiap serangan Iran terhadap kapal di Selat Hormuz—baik menggunakan rudal, roket, drone, maupun senjata lainnya—akan dibalas dengan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik di Iran, termasuk infrastruktur vital di sekitar ibu kota Teheran.
"Mulai sekarang, setiap kali Republik Islam Iran menembaki kapal di Selat Hormuz, Amerika Serikat akan membom dan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik," tulis Trump pada Kamis, 23 Juli 2026.
Pernyataan keras ini muncul setelah tiga personel militer AS tewas dalam operasi di Timur Tengah. Di sisi lain, Komando Pusat AS (CENTCOM) terus melanjutkan serangan terhadap target-target militer Iran untuk malam ke-11 secara berturut-turut. Sasaran yang diserang meliputi pusat operasi militer, gudang penyimpanan drone, dan infrastruktur logistik militer Iran.
Iran langsung merespons ancaman tersebut dengan sikap tidak kalah tegas. Seorang sumber militer Iran yang dikutip oleh kantor berita Tasnim menyatakan bahwa Teheran akan menyerang infrastruktur dan fasilitas energi yang berkaitan dengan kepentingan AS di kawasan jika Washington benar-benar menyerang pembangkit listrik atau jembatan di Iran.
Artikel Terkait
Rudal Iran Tembus Pertahanan AS di Yordania, 3 Prajurit Tewas dan Puluhan Terluka
53 Orang Tewas Akibat Serangan AS ke Iran, Korban Luka Capai 592 Jiwa
Gencatan Senjata Runtuh, Presiden Iran Deklarasikan Perang Total Lawan AS – Harga Minyak Meroket
AS Minta Warga di Seluruh Dunia Tingkatkan Kewaspadaan Akibat Ketegangan dengan Iran