Sumber tersebut juga menegaskan bahwa Iran tetap berkomitmen untuk mengendalikan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Menurutnya, kapal-kapal hanya akan mendapatkan jaminan keamanan apabila perjalanan mereka dikoordinasikan dengan Teheran sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan Iran.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menuduh Iran tidak serius dalam upaya mencapai kesepakatan damai dengan Washington. Dalam pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Filipina, Rubio menyatakan bahwa Iran tidak memiliki hak berdasarkan hukum internasional untuk mengendalikan lalu lintas di Selat Hormuz.
"Jika kita membiarkan satu negara menguasai jalur pelayaran internasional, mengenakan biaya, lalu mengancam menghancurkan kapal yang tidak membayar, itu akan menjadi preseden yang sangat berbahaya," ujar Rubio.
Meskipun demikian, Rubio menegaskan bahwa Amerika Serikat masih membuka pintu diplomasi. Washington bersedia mencapai penyelesaian damai jika Iran menghentikan dukungan terhadap kelompok teroris dan menghentikan upaya memperoleh senjata nuklir. Namun, menurut Rubio, Iran telah melanggar komitmen dalam nota kesepahaman yang disepakati bulan lalu, sehingga saat ini tidak menunjukkan keseriusan untuk mencapai kesepakatan.
Artikel Terkait
Rudal Iran Tembus Pertahanan AS di Yordania, 3 Prajurit Tewas dan Puluhan Terluka
53 Orang Tewas Akibat Serangan AS ke Iran, Korban Luka Capai 592 Jiwa
Gencatan Senjata Runtuh, Presiden Iran Deklarasikan Perang Total Lawan AS – Harga Minyak Meroket
AS Minta Warga di Seluruh Dunia Tingkatkan Kewaspadaan Akibat Ketegangan dengan Iran