Pukul 06.00 WIB, sebagian massa aksi yang masih berada di lokasi menutup jalan dengan pohon tumbang. Pengunjuk rasa juga masih melempari aparat dengan batu. Kendaraan yang melintas pun harus memutar balik.
Aksi yang berlangsung sejak Kamis 28 Agustus 2025, semakin anarkis setelah tragedi kendaraan taktis (rantis) Brimob menewaskan seorang driver ojek online. Massa melakukan pembakaran gedung dan halte. Bahkan, aksi penjarahan juga terjadi di sekitaran Pasar Senen dan Kwitang.
Pagar Gedung DPR juga mengalami kerusakan setelah dijebol. Pohon di sekitaran halaman depan Gedung DPR juga ditumbangkan.
Gerbang Tol Pejompongan yang berada di depan gedung DPR juga hangus dilalap api.
Akibat demo anarkis ini layanan TransJakarta pun dihentikan atau tidak beroperasi
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Purbaya Klaim Bisa Perkuat Rupiah dalam 2 Malam, Ini Faktanya
Viral WNI Berhijab Jadi Tentara AS: Syifa di National Guard, Risiko Hilang WNI
Barang Pribadi Pramugari Esther Ditemukan di Lokasi Jatuhnya Pesawat IAT di Gunung Bulusaraung
Gaji Guru Honorer vs Sopir MBG: Viral Video Protes Kesenjangan Gaji 2026