Indonesia Stop Impor Solar 2026: Akhir Antrean Panjang dan Meningkatkan Kedaulatan Energi
Oleh: Rosadi Jamani
Pernah merasa risau melihat antrean truk kontainer dan tronton yang memanjang di SPBU? Pemandangan yang mengganggu kenyamanan pengendara lain ini diprediksi segera berakhir. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara tegas menyatakan komitmen pemerintah: Indonesia akan menghentikan impor solar pada tahun 2026.
Komitmen Pemerintah: Stop Ketergantungan Impor
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan tekad kuat untuk mengurangi ketergantungan pada impor. Setelah kebijakan di sektor pertanian, kini giliran sektor energi yang digarap. Pernyataan Menteri Bahlil ini menjadi sinyal keras bahwa era kelangkaan solar, antrean panjang, dan praktik calo akan segera ditutup.
Kunci Swasembada: Proyek RDMP Kilang Balikpapan
Janji stop impor solar 2026 bukanlah wacana tanpa dasar. Hal ini didukung oleh kehadiran proyek strategis nasional, yaitu Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang diresmikan awal 2026. Kilang raksasa senilai Rp123-126 triliun ini menjadi tulang punggung kedaulatan energi Indonesia.
Kapasitas pengolahan RDMP Balikpapan melonjak dari 260 ribu menjadi 360 ribu barel per hari, mencukupi sekitar seperempat kebutuhan BBM nasional. Kilang ini tidak hanya memproduksi solar, tetapi juga bensin, LPG, avtur, dan petrokimia dengan kualitas tinggi (Euro V).
Dampak Positif RDMP Balikpapan untuk Indonesia
- Surplus Produksi Solar: Diproyeksikan akan ada surplus solar sekitar 4 juta kiloliter pada 2026.
- Penghematan Devisa Besar-besaran: Indonesia berpotensi menghemat devisa sebesar US$ 3-4 miliar per tahun yang selama ini digunakan untuk impor solar.
- Pendapatan Negara: Potensi tambahan pendapatan negara dari penghematan dan nilai surplus bisa mencapai Rp95-115 triliun per tahun.
Artikel Terkait
Gaji Guru Honorer vs Sopir MBG: Viral Video Protes Kesenjangan Gaji 2026
Prabowo Cabut Izin PT Toba Pulp Lestari: Daftar 28 Perusahaan & Penyebab Lengkap
Pesawat ATR Jatuh di Maros: Basarnas Yakin Tak Ada Korban Selamat, Tetap Harap Mukjizat
Eggi Sudjana Bantah Ajukan Restorative Justice ke Jokowi: Fakta SP3 & Analisis Lengkap