Fadlan mengungkapkan bahwa dalam kasus ini ditemukan data fiktif, termasuk peserta didik yang tidak memenuhi syarat. Data tersebut tetap dimasukkan dalam usulan bantuan ke kementerian terkait.
"Logikanya, kalau ada warga belajar, proses belajar-mengajar pasti berjalan. Fakta di lapangan, kegiatan itu tidak ada," tegas Fadlan.
Tindakan tersangka ini diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara mencapai sekitar Rp 1,4 miliar. Kabar baiknya, seluruh kerugian negara tersebut telah berhasil dipulihkan selama proses penyidikan berlangsung.
Pengembalian Kerugian Negara
Penyidik Kejari Indramayu menerima pengembalian dana secara langsung sebesar Rp 568.330.000. Selain itu, terdapat pengembalian ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Kabupaten Indramayu sebesar Rp 876.091.750. Dengan demikian, total kerugian negara telah dikembalikan.
Status Hukum Tersangka
Tersangka HH disangkakan melanggar Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi serta ketentuan pidana dalam KUHP. Saat ini, tersangka telah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Indramayu untuk 20 hari ke depan.
Artikel Terkait
Bocah SD Tewas Bersimbah Luka di Sragen, Polisi Buru Pelaku Kekerasan
Islah Bahrawi Terima Pesan Teror dan Dibuntuti OTK, Rumah di Madura Didatangi Oknum TNI
Kepercayaan Publik terhadap Prabowo Belum Pulih Meski Dadan Cs Ditangkap Kejagung
Purbaya Tutup Mulut soal Anggaran Perjalanan Dinas Presiden Prabowo, Begini Alasannya