"Daerah seperti ini tidak layak jadi kebun sayur, layaknya jadi hutan bambu. Kita sudah lama membangun tanpa mitigasi bencana. Sejak awal tata ruangnya salah," ucapnya.
Perubahan dari tanaman keras menjadi palawija disebutnya memperlemah struktur tanah, meningkatkan kerawanan bencana longsor saat hujan deras.
Proses Pencarian Korban dan Kondisi Lokasi
Hingga Sabtu sore, tim SAR gabungan yang melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan relawan masih melanjutkan operasi pencarian korban. Proses ini dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi tanah di lokasi longsor Bandung Barat masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan.
Total sementara, 8 korban jiwa telah ditemukan, sementara sejumlah warga lainnya masih diduga tertimbun material longsoran.
Bencana longsor di Cisarua ini menjadi peringatan serius tentang pentingnya penataan ruang berbasis mitigasi bencana dan pengendalian alih fungsi lahan di daerah rawan.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri