"Daerah seperti ini tidak layak jadi kebun sayur, layaknya jadi hutan bambu. Kita sudah lama membangun tanpa mitigasi bencana. Sejak awal tata ruangnya salah," ucapnya.
Perubahan dari tanaman keras menjadi palawija disebutnya memperlemah struktur tanah, meningkatkan kerawanan bencana longsor saat hujan deras.
Proses Pencarian Korban dan Kondisi Lokasi
Hingga Sabtu sore, tim SAR gabungan yang melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan relawan masih melanjutkan operasi pencarian korban. Proses ini dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi tanah di lokasi longsor Bandung Barat masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan.
Total sementara, 8 korban jiwa telah ditemukan, sementara sejumlah warga lainnya masih diduga tertimbun material longsoran.
Bencana longsor di Cisarua ini menjadi peringatan serius tentang pentingnya penataan ruang berbasis mitigasi bencana dan pengendalian alih fungsi lahan di daerah rawan.
Artikel Terkait
Susno Duadji Pertanyakan Misi Rahasia Bandara Kertajati Jadi Pangkalan Militer AS
Reshuffle Kabinet 8 Juni 2026: Chatib Basri Siap Gantikan Purbaya Jadi Menteri Keuangan?
Bocah SD Tewas Bersimbah Luka di Sragen, Polisi Buru Pelaku Kekerasan
Islah Bahrawi Terima Pesan Teror dan Dibuntuti OTK, Rumah di Madura Didatangi Oknum TNI