Program MBG sendiri sebelumnya telah diungkit oleh Presiden Prabowo Subianto dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos. Dalam forum bergengsi tersebut, Prabowo menyatakan optimisme bahwa program MBG akan segera melampaui pencapaian global seperti McDonald's (McD).
"Untuk memberi gambaran, dalam waktu sekitar satu bulan ke depan, kami akan melampaui McDonald’s, yakni 68 juta porsi makanan per hari. Kami memulai program ini pada Januari tahun lalu," kata Prabowo.
Presiden menargetkan program MBG dapat mencapai 82,9 juta porsi makanan per hari. Sebagai perbandingan, McDonald's membutuhkan waktu sekitar 55 tahun untuk mencapai 68 juta porsi per hari, sedangkan MBG menargetkannya dalam waktu singkat.
Perkembangan Terkini Program MBG di Indonesia
Program MBG yang diinisiasi pemerintah pada 6 Januari 2025 lalu, mulai dengan 190 unit dapur yang menyediakan 570.000 porsi per hari. Perkembangannya sangat signifikan. Hingga kini, program MBG telah membangun 21.102 dapur yang beroperasi di seluruh Indonesia.
"Hingga tadi malam, kami memproduksi 59,8 juta porsi makanan untuk 59,8 juta anak, ibu, dan lansia yang hidup sendiri. Mereka menerima makanan ini setiap hari," tutur Prabowo memaparkan capaian terkini.
Dengan skala dan kecepatan implementasi ini, program MBG tidak hanya menjadi solusi mendesak untuk mengatasi kelaparan, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi SDM Indonesia yang sehat dan berkualitas untuk mendukung pembangunan nasional jangka panjang.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri