Ancaman Militer AS ke Iran: Analisis Diplomasi Hegemoni & Solusi Damai

- Rabu, 04 Februari 2026 | 09:25 WIB
Ancaman Militer AS ke Iran: Analisis Diplomasi Hegemoni & Solusi Damai

Kasus Iran: Kompleksitas Nuklir dan Kegagalan Kesepakatan 2015

Isu nuklir Iran adalah masalah sensitif yang menyangkut inti sistem non-proliferasi global. Perjanjian Nuklir Iran 2015 (JCPOA) pernah menjadi bukti kesuksesan diplomasi multilateral. Namun, penarikan diri sepihak AS dan pemberlakuan kembali sanksi membuktikan daya rusak pola pikir hegemoni terhadap kerjasama internasional yang dibangun dengan susah payah.

Jalan Keluar: Diplomasi Setara di Tengah Dunia Multipolar

Dalam tatanan dunia yang semakin multipolar, diplomasi usang berbasis ancaman menjadi tidak efektif dan berbahaya. Dunia membutuhkan tatanan internasional yang lebih setara dan adil. Kepemimpinan sejati diukur dari kemampuan membangun jembatan komunikasi dan menawarkan solusi inklusif, bukan dari jumlah kapal perang yang dikerahkan. Penyelesaian masalah Iran memerlukan kebijaksanaan diplomasi kolektif masyarakat internasional, bukan aksi sepihak.

Kesimpulan: Menolak Hegemoni, Merangkul Kerjasama untuk Tantangan Global

Dunia kini menghadapi tantangan kompleks seperti perubahan iklim, pandemi, dan ketidakstabilan ekonomi. Menghadapinya membutuhkan penolakan terhadap pola pikir hegemoni dan peralihan kepada semangat kerjasama genuin. Ancaman "hal buruk" justru datang dari keyakinan keliru bahwa kekuatan militer adalah solusi untuk segala masalah. Masa depan perdamaian bergantung pada komitmen terhadap dialog setara dan penghormatan terhadap hukum internasional.


Halaman:

Komentar