Berdasarkan perhitungan hisab (astronomi), ijtimak atau konjungsi jelang Ramadan 1447 H terjadi pada 17 Februari 2026 pukul 19.01 WIB. Posisi hilal saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia diperkirakan masih berada di bawah ufuk, dengan ketinggian antara -2° 24' 42" hingga -0° 58' 47".
Dengan data tersebut, secara teoritis hilal belum memenuhi kriteria visibilitas yang berlaku (seperti kriteria MABIMS). Oleh karena itu, pelaksanaan rukyatul hilal di 96 titik menjadi langkah krusial untuk mengonfirmasi data hisab secara empiris.
Proses dan Pengumuman Hasil Sidang Isbat
Abu Rokhmad menekankan bahwa sidang isbat adalah forum ilmiah yang mengedepankan kehati-hatian, kebersamaan, dan transparansi. Pemerintah berkomitmen untuk menetapkan awal Ramadan berdasarkan kajian ilmiah yang melibatkan semua unsur terkait.
Keputusan akhir penetapan 1 Ramadan 1447 H akan diumumkan secara resmi kepada publik usai sidang melalui konferensi pers. "Hasil hisab dan rukyat akan kami bahas bersama. Keputusan akhir disampaikan kepada masyarakat agar menjadi pedoman bersama umat Islam di Indonesia," tegas Abu Rokhmad.
Masyarakat dapat menantikan pengumuman resmi dari Kemenag mengenai hari pertama pelaksanaan ibadah puasa Ramadan 2026.
Artikel Terkait
Bocah SD Tewas Bersimbah Luka di Sragen, Polisi Buru Pelaku Kekerasan
Islah Bahrawi Terima Pesan Teror dan Dibuntuti OTK, Rumah di Madura Didatangi Oknum TNI
Kepercayaan Publik terhadap Prabowo Belum Pulih Meski Dadan Cs Ditangkap Kejagung
Purbaya Tutup Mulut soal Anggaran Perjalanan Dinas Presiden Prabowo, Begini Alasannya