Selain faktor ketinggian dan elongasi yang rendah, Menag juga menyoroti tantangan kondisi cuaca. Faktor seperti mendung dapat semakin menyulitkan proses pemantauan atau rukyat hilal secara langsung.
"Jadi memang berlapis-lapis tantangannya. Semua itu kita pertimbangkan secara cermat," tegas Menag.
Sidang Isbat Tetap Mekanisme Penentu
Meskipun data astronomis sudah menunjukkan hasil, Menag menegaskan bahwa Sidang Isbat tetap menjadi mekanisme resmi dan final pemerintah dalam menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah. Sidang ini akan mempertimbangkan semua laporan dan data sebelum mengambil keputusan.
"Kita berusaha menjadi media penyatu dalam penentuan hari penting keagamaan," ujar Nasaruddin Umar.
Dengan demikian, penetapan apakah awal puasa Ramadan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026 atau tidak, tetap menunggu hasil Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri