Pilihlah menu sahur dan berbuka dengan bijak. Hindari makanan yang terlalu pedas, asam, berlemak tinggi, atau digoreng karena dapat memperlambat pengosongan lambung dan memicu heartburn. Utamakan makanan yang mudah dicerna, seperti karbohidrat kompleks, protein rendah lemak, dan sayuran.
3. Hindari Minuman Berkarbonasi dan Bersoda
Minuman bersoda dan berkarbonasi mengandung gas yang dapat menyebabkan kembung dan meningkatkan tekanan di dalam lambung. Kondisi ini memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan. Selain itu, kadar gula yang tinggi juga dapat memperparah gejala. Ganti dengan air putih, air kelapa, atau minuman hangat tanpa kafein.
4. Terapkan Pola Makan "Little but Often" Saat Buka
Hindari makan dalam porsi besar sekaligus saat berbuka. Langsung mengisi perut yang kosong dengan makanan berat dapat membebani kerja lambung. Mulailah dengan takjil manis alami (seperti kurma) dan air putih, lalu beri jeda sebelum menyantap makanan utama dalam porsi yang lebih kecil.
5. Jangan Langsung Tidur Setelah Makan
Berikan waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan. Berbaring atau tidur setelah sahur atau berbuka dapat memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan. Usahakan untuk tetap duduk atau beraktivitas ringan setidaknya 2-3 jam setelah makan sebelum kembali tidur.
Dengan menerapkan kelima cara di atas secara disiplin, penderita asam lambung dapat menjalani puasa Ramadan dengan lebih nyaman dan terhindar dari kekambuhan. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk penanganan dan saran yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Tembok Ratapan Solo Viral: Fakta Rumah Jokowi Jadi Spot Hype Gen Z
Wamenag Larang Sweeping Rumah Makan Saat Ramadan: Imbauan Jaga Toleransi
Suami Anggota DPRD Jateng Selamat dari Penembakan, Tuding Oknum DPR RI Dalangi Teror
GP Ansor Gelar Perayaan Imlek 2577 Kongzili: Wujud Nyata Harmoni Kebangsaan