Wamenag menilai tidak adil jika semua orang dipaksa merasakan hal yang sama hanya karena sebagian masyarakat sedang berpuasa. “Tidak mungkin gara-gara kita puasa, semuanya harus merasakan puasa. Yang tidak puasa karena keyakinan berbeda tidak bisa makan dan minum. Ini harus dipertimbangkan dalam membangun kebersamaan,” paparnya.
Menanggapi isu rencana sweeping oleh ormas tertentu, Romo menegaskan bahwa tidak ada rencana aksi semacam itu. “Tidak ada, tidak ada sweeping-sweeping. Itulah bentuk penghormatan kita bahwa selain kita yang berpuasa, masih ada saudara kita yang tidak berpuasa,” katanya dengan tegas.
Koridor Kebersamaan untuk Persatuan Bangsa
Di akhir pernyataannya, Romo Muhammad Syafi’i menekankan pentingnya membangun koridor kebersamaan. Tujuannya agar perbedaan keyakinan dan praktik ibadah tidak merusak persatuan dan kesatuan bangsa.
“Harus dibangun suasana saling menghormati, sehingga persatuan kita tidak terganggu karena perbedaan,” pungkas Wamenag.
Artikel Terkait
3 Kebijakan Pemerintah yang Memberatkan Kelas Menengah: BBM Naik, Mobil Listrik Kena Pajak, hingga Tol Kena PPN
Vaksin HPV untuk Laki-Laki Dimulai 2026: Sasaran, Manfaat, dan Strategi Cegah Kanker Serviks
Polemik Ijazah Jokowi Menurut Pengacara: Tak Selesai Meski Ditunjukkan ke Publik
Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi Asli: Analisis Forensik Ungkap Watermark UGM