Eggi Sudjana Ultimatum Pandji Pragiwaksono: Minta Maaf atau Proses Hukum Berlanjut

- Kamis, 19 Februari 2026 | 01:50 WIB
Eggi Sudjana Ultimatum Pandji Pragiwaksono: Minta Maaf atau Proses Hukum Berlanjut

Dalam kesempatan yang sama, Eggi Sudjana juga meluruskan statusnya di Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA). Ia menegaskan tidak ada pemecatan oleh Habib Rizieq Shihab (HRS), melainkan pembekuan kepengurusan.

Eggi menyatakan telah menyerahkan mandat TPUA kembali kepada HRS pada 15 Februari 2025. Atas saran HRS, Eggi kini resmi bergabung dan menjadi pembina di Korlabi yang dipimpin Damai Hari Lubis (DHL).

"TPUA tamat, jangan singgung-singgung lagi. Saya bukan lagi ketua TPUA. Mandat sudah saya laksanakan," tegas Eggi.

Sindiran untuk Roy Suryo dan Kritik untuk Prabowo

Eggi juga menyindir Roy Suryo dan Ahmad Khozinudin terkait perseteruan hukum mereka. Ia menyebut Roy "menelan ludah sendiri" karena meniru langkah hukum yang pernah dicemoohnya.

Tak hanya itu, Eggi memberikan kritik dan nasihat kepada Presiden Prabowo Subianto terkait isu Palestina. Ia memprotes wacana kerja sama dengan Donald Trump dan mendesak Prabowo untuk tidak hanya berdiplomasi.

"Kalau perlu berat, kami bisa buka milisi. Saya buka pendaftaran jihad ke Palestina. Jangan banyak omdo di medsos," serunya.

Pesan Damai Jelang Ramadan

Di akhir pernyataannya, Eggi Sudjana menyampaikan pesan maaf lahir batin menyambut Ramadan. Ia mengaku secara pribadi telah memaafkan lawan-lawan hukumnya demi kesucian bulan suci, namun menegaskan proses hukum harus tetap berjalan.

"Secara umum perilaku mereka saya maafkan dengan moral Islam, tapi hukum jalan terus. Lawanlah laporan saya ini, jangan pengecut," pungkas Eggi Sudjana.


Halaman:

Komentar