Panic Buying BBM Melanda Sumatera: Antrean Mengular di SPBU Imbas Isu Kenaikan Harga
Pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai kemungkinan kenaikan harga BBM jika harga minyak dunia melonjak, langsung memicu reaksi cepat di masyarakat. Gelombang panic buying atau pembelian panik terjadi di berbagai wilayah Pulau Sumatera, menyebabkan antrean kendaraan yang sangat panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Daftar Wilayah Terdampak Panic Buying BBM di Sumatera
Fenomena antrean panjang dan penimbunan BBM ini dilaporkan terjadi secara serentak di beberapa kota besar dan kabupaten di Sumatera, antara lain:
- Kabupaten Kepulauan Meranti (Riau): Antrean mengular terjadi di Selatpanjang sejak pagi hari, dengan warga membawa jeriken untuk menimbun.
- Pekanbaru: SPBU dipadati antrean sepeda motor dan mobil.
- Dumai: Masyarakat mulai membeli BBM eceran untuk stok cadangan.
- Padang: Lonjakan pembelian terjadi pada sore hari.
- Palembang: Beberapa SPBU mengalami keterlambatan suplai akibat permintaan tinggi.
- Jambi: Antrean kendaraan sempat memicu kemacetan di sekitar lokasi SPBU.
Penyebab: Pernyataan Resmi yang Picu Kecemasan Publik
Gelombang kepanikan ini dipicu oleh pernyataan resmi Menteri Keuangan yang menyebut bahwa pemerintah membuka opsi menaikkan harga BBM jika harga minyak dunia rata-rata mencapai level US$92 per barel. Harga ini jauh di atas asumsi APBN 2026 yang sekitar US$60 per barel. Purbaya menegaskan kenaikan harga adalah opsi terakhir jika tekanan pada APBN sudah sangat serius.
Artikel Terkait
Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi Asli: Analisis Forensik Ungkap Watermark UGM
Viral Video Vell TikTok 8 Menit: Fakta, Tato Sensitif & Bahaya Link Palsu
Penkopassus Bantah Isu Seskab Teddy Ditampar Pangkopassus: Klarifikasi Lengkap dan Kronologi Hoaks
Ade Armando & Abu Janda Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Ini Penyebab & Respons Mereka