JK Peringatkan Risiko Gagal Bayar Utang, Defisit APBN Membengkak ke Rp135,2 Triliun
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan peringatan keras kepada pemerintah terkait kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia mendesak adanya evaluasi kebijakan anggaran menyusul potensi membengkaknya defisit APBN yang dipicu oleh kenaikan harga energi global.
Dampak Konflik Timur Tengah pada APBN Indonesia
Menurut JK, ketegangan di kawasan Timur Tengah sebagai produsen minyak utama dunia berpotensi memicu lonjakan harga energi global. Indonesia yang masih mengimpor minyak mentah sangat rentan terhadap gejolak ini. Konsekuensinya, beban subsidi BBM dan LPG dalam APBN akan semakin membesar.
"Kalau defisit terus, kita bisa gagal bayar," tegas Jusuf Kalla. Ia menjelaskan bahwa risiko gagal bayar mengacu pada kemungkinan pemerintah kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran utang jika tekanan fiskal terus meningkat tanpa diimbangi perbaikan penerimaan negara.
Artikel Terkait
Kecelakaan Mobil KH Anwar Zahid di Bojonegoro: Kronologi Tabrakan Truk Trailer, Kondisi Terkini, dan Profil Abah Anza
Trump Umumkan Kesepakatan Bersejarah Hamas, Netanyahu Langsung Menolak: Sandiwara Perdamaian Timur Tengah yang Absurd
Yaqut Cholil Qoumas Bantah Terima Rp1 dari Korupsi Kuota Haji: Dakwaan Jaksa KPK Hanya Asumsi
UGM Buka Suara soal Skripsi Jokowi: Cetak Sebagian Halaman di Luar Kampus Hal Lumrah di Era 1980-an