- Mencegah berkurangnya kandungan gizi pada ikan lele.
- Menambah asupan protein dalam menu hari itu.
- Memperpanjang ketahanan pangan, dimana lele marinasi dapat bertahan hingga satu hari.
Nanik Sudaryati menegaskan kembali bahwa setiap menu dalam program MBG dirancang dengan mempertimbangkan keseimbangan gizi dan standar keamanan pangan yang ketat. Setiap laporan atau masalah di lapangan akan ditindaklanjuti dengan koordinasi dan evaluasi untuk menjaga kualitas pelayanan.
Penyebab Penolakan oleh SMA Negeri 2 Pamekasan
Sebelumnya, SMA Negeri 2 Pamekasan menolak 1.022 porsi MBG untuk jatah tiga hari (9-11 Maret 2026). Kepala Sekolah, Moh Arifin, menyatakan penolakan dilakukan karena menemukan ikan lele dalam kondisi mentah (termarinasi) dan bahkan ada yang masih hidup, bercampur dengan tahu dan tempe.
Pihak sekolah khawatir lele tersebut akan cepat membusuk dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa, sehingga dinilai tidak layak untuk dikonsumsi. Mereka juga menyoroti faktor kebersihan dari dapur penyedia.
Cakupan Penerima Manfaat SPPG Pamekasan
SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan diketahui melayani 3.329 penerima manfaat yang terdiri dari siswa berbagai jenjang pendidikan (PAUD/TK hingga SMA/SMK), tenaga pendidik, serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah tersebut.
Badan Gizi Nasional menekankan komitmennya untuk terus memantau dan mengevaluasi seluruh proses, mulai dari penyiapan hingga distribusi, guna memastikan program MBG memberikan manfaat optimal dengan standar gizi dan keamanan pangan yang terjamin.
Artikel Terkait
Dokter Kamelia Diputus Ammar Zoni Lewat Surat, Ini Isi dan Tanggal Resminya
Fatwa Muhammadiyah: Trading Kripto Halal, Asal Tanpa Leverage dan Short Selling
Rieke Diah Pitaloka Ungkap Upaya Pembungkaman Saksi Kunci Kasus JICT di Rumah Sakit
Ajudan Gubernur Riau Marjani Jadi Tersangka Baru KPK: Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi