"Kenapa pertimbangkan? Karena nanti dihitung kan, berapa sih anak kebutuhannya. Nanti berapa biayanya. Nanti dihitung bareng," jelas Tommy di Polda Metro Jaya.
Tommy menegaskan bahwa Insanul Fahmi terbuka untuk memenuhi tuntutan asalkan besaran angka tersebut masuk dalam batas kewajaran. "Tetapi nanti kalau memang itu suatu masuk ke dalam satu kewajaran, saya rasa Mas Insanul sudah siap sih, sudah oke aja," tambahnya.
Bantahan Soal Tawaran Nafkah Rp1 Juta
Merespons beredarnya kabar tentang tawaran nafkah hanya Rp1 juta, Tommy menilai hal tersebut seharusnya tidak menjadi konsumsi publik. Menurutnya, perbedaan angka dalam pembicaraan awal adalah hal yang wajar dalam proses negosiasi antara kedua belah pihak.
"Kalau ya mungkin ada pembicaraan-pembicaraan yang nilai-nilainya masih belum cocok, kayak misalnya Rp1 juta, kan tentunya hal-hal seperti itu tuh bicaranya antara pribadi. Harusnya berdua lah dibicarakan," pungkas Tommy.
Kasus gugatan cerai ini masih dalam proses hukum dan terus menjadi perbincangan hangat di kalangan publik.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri