Klaim Pencatutan Nama Menteri Dibantah Tegas
Yang memperkeruh situasi, pemilik yayasan disebut-sebut mengklaim diri sebagai cucu seorang menteri. Menanggapi hal ini, Nanik Sudaryati Deyang langsung berkoordinasi dengan menteri terkait. Sang menteri dengan tegas membantah memiliki cucu dengan nama yang disebut dan meminta namanya tidak dicatut untuk kepentingan program SPPG. Menteri tersebut justru mendukung penuh langkah penutupan dapur yang bermasalah.
Hasil Sidak Temukan Fasilitas Tidak Layak
Hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dipimpin Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro, memperkuat alasan pembekuan. Kondisi fasilitas kedua dapur dinilai sangat memprihatinkan:
- Lantai dapur mengelupas.
- Dinding kotor dan berjamur.
- Ruang pemorsian makanan tidak layak dan tanpa AC.
- Tidak ada ruang istirahat dan loker memadai untuk pekerja.
- Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang tidak memadai.
Keputusan Pembekuan Hingga Perbaikan Total
Berdasarkan rangkaian pelanggaran tersebut—mulai dari tata kelola, keuangan, hingga fasilitas—BGN memutuskan untuk membekukan operasional kedua dapur SPPG di Ponorogo. Pembekuan ini berlaku hingga waktu yang tidak ditentukan, atau sampai dilakukan perbaikan total yang sesuai dengan standar prosedur operasional program Makan Bergizi Gratis.
Artikel Terkait
Jokowi Safari Politik Pilpres 2029: Sinyal Kuat Gibran Kembali Jadi Cawapres Prabowo
Abu Janda Dilaporkan ke Bareskrim atas Ujaran Kebencian Suku Barbar ke Warga Minang
Refly Harun Sebut Kasus Ijazah Palsu Jokowi Kacau: Ini Masalah Utamanya
Panduan Lengkap Polyester Filament: Sifat, Proses Produksi, dan Tren Pasar Terkini