Klaim Pencatutan Nama Menteri Dibantah Tegas
Yang memperkeruh situasi, pemilik yayasan disebut-sebut mengklaim diri sebagai cucu seorang menteri. Menanggapi hal ini, Nanik Sudaryati Deyang langsung berkoordinasi dengan menteri terkait. Sang menteri dengan tegas membantah memiliki cucu dengan nama yang disebut dan meminta namanya tidak dicatut untuk kepentingan program SPPG. Menteri tersebut justru mendukung penuh langkah penutupan dapur yang bermasalah.
Hasil Sidak Temukan Fasilitas Tidak Layak
Hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dipimpin Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro, memperkuat alasan pembekuan. Kondisi fasilitas kedua dapur dinilai sangat memprihatinkan:
- Lantai dapur mengelupas.
- Dinding kotor dan berjamur.
- Ruang pemorsian makanan tidak layak dan tanpa AC.
- Tidak ada ruang istirahat dan loker memadai untuk pekerja.
- Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang tidak memadai.
Keputusan Pembekuan Hingga Perbaikan Total
Berdasarkan rangkaian pelanggaran tersebut—mulai dari tata kelola, keuangan, hingga fasilitas—BGN memutuskan untuk membekukan operasional kedua dapur SPPG di Ponorogo. Pembekuan ini berlaku hingga waktu yang tidak ditentukan, atau sampai dilakukan perbaikan total yang sesuai dengan standar prosedur operasional program Makan Bergizi Gratis.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri