Abra juga mengingatkan potensi fenomena panic buying atau pembelian secara panik yang dapat memperburuk kondisi. Ketidakpastian harga sering kali mendorong masyarakat untuk membeli dan menimbun BBM dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. Hal ini dapat meningkatkan tekanan terhadap sistem distribusi dan stok BBM subsidi.
“Konsumsi BBM nonsubsidi dikhawatirkan akan mengalami lonjakan. Apalagi ditambah adanya fenomena panic buying yang memicu permintaan yang sangat tinggi sekali," ujarnya menegaskan.
Apabila tidak diantisipasi dengan kebijakan yang tepat, lonjakan konsumsi ini berisiko membebani anggaran subsidi energi negara dan mengganggu stabilitas pasokan BBM di seluruh Indonesia.
Penyesuaian Harga Rutin BBM Nonsubsidi
Sebagai informasi, setiap awal bulan, Pertamina bersama badan usaha lainnya rutin melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax series, mengikuti perkembangan harga minyak global. Dengan tren harga minyak mentah yang terus meningkat, kenaikan harga BBM nonsubsidi dalam waktu dekat dinilai hampir tak terelakkan.
Situasi ini menuntut kewaspadaan dan langkah antisipatif dari pemerintah untuk menjaga ketahanan energi dan kesehatan anggaran negara di tengah gejolak harga komoditas dunia.
Artikel Terkait
Cara Mudah Lapor SPT Tahunan 2026 dengan Software Payroll Terintegrasi
Gus Yaqut Kembali Ditahan KPK: Kronologi Lengkap & Dampak Tekanan Netizen
Viral! Bupati Situbondo Yusuf Rio Janjikan Pekerjaan Baru ke LC via Video Call, Ini Kronologinya
Video Viral Daster Pink Sidoarjo 7 Menit: Fakta dan Link yang Ramai Dicari