Abra juga mengingatkan potensi fenomena panic buying atau pembelian secara panik yang dapat memperburuk kondisi. Ketidakpastian harga sering kali mendorong masyarakat untuk membeli dan menimbun BBM dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. Hal ini dapat meningkatkan tekanan terhadap sistem distribusi dan stok BBM subsidi.
“Konsumsi BBM nonsubsidi dikhawatirkan akan mengalami lonjakan. Apalagi ditambah adanya fenomena panic buying yang memicu permintaan yang sangat tinggi sekali," ujarnya menegaskan.
Apabila tidak diantisipasi dengan kebijakan yang tepat, lonjakan konsumsi ini berisiko membebani anggaran subsidi energi negara dan mengganggu stabilitas pasokan BBM di seluruh Indonesia.
Penyesuaian Harga Rutin BBM Nonsubsidi
Sebagai informasi, setiap awal bulan, Pertamina bersama badan usaha lainnya rutin melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax series, mengikuti perkembangan harga minyak global. Dengan tren harga minyak mentah yang terus meningkat, kenaikan harga BBM nonsubsidi dalam waktu dekat dinilai hampir tak terelakkan.
Situasi ini menuntut kewaspadaan dan langkah antisipatif dari pemerintah untuk menjaga ketahanan energi dan kesehatan anggaran negara di tengah gejolak harga komoditas dunia.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?