Abra juga mengingatkan potensi fenomena panic buying atau pembelian secara panik yang dapat memperburuk kondisi. Ketidakpastian harga sering kali mendorong masyarakat untuk membeli dan menimbun BBM dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. Hal ini dapat meningkatkan tekanan terhadap sistem distribusi dan stok BBM subsidi.
“Konsumsi BBM nonsubsidi dikhawatirkan akan mengalami lonjakan. Apalagi ditambah adanya fenomena panic buying yang memicu permintaan yang sangat tinggi sekali," ujarnya menegaskan.
Apabila tidak diantisipasi dengan kebijakan yang tepat, lonjakan konsumsi ini berisiko membebani anggaran subsidi energi negara dan mengganggu stabilitas pasokan BBM di seluruh Indonesia.
Penyesuaian Harga Rutin BBM Nonsubsidi
Sebagai informasi, setiap awal bulan, Pertamina bersama badan usaha lainnya rutin melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax series, mengikuti perkembangan harga minyak global. Dengan tren harga minyak mentah yang terus meningkat, kenaikan harga BBM nonsubsidi dalam waktu dekat dinilai hampir tak terelakkan.
Situasi ini menuntut kewaspadaan dan langkah antisipatif dari pemerintah untuk menjaga ketahanan energi dan kesehatan anggaran negara di tengah gejolak harga komoditas dunia.
Artikel Terkait
PDIP Kritik Instruksi Prabowo soal Bahasa Prancis di Sekolah: Kurikulum Jangan Diputuskan Spontan
Direktur Hanania Group Ditahan Polda Metro Jaya: Kasus Dugaan Penipuan Umrah Rugikan 128 Korban hingga Rp12 Miliar
PDIP Izin Jokowi Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli
Bahlil Lahadalia Penasaran dengan Kreator Lagu Viral “My Little Bolu Ketan” dan Berencana Mengundangnya