Kematian Nurul Amin Shah Alam: Kronologi Lengkap & Kontroversi Penelantaran CBP di Buffalo

- Jumat, 03 April 2026 | 09:25 WIB
Kematian Nurul Amin Shah Alam: Kronologi Lengkap & Kontroversi Penelantaran CBP di Buffalo

Kematian Nurul Amin Shah Alam: Tragedi Pengungsi Rohingya di Buffalo yang Picu Kontroversi

Pada Februari 2025, dunia dikejutkan oleh kematian tragis Nurul Amin Shah Alam, seorang pengungsi Rohingya asal Myanmar berusia 56 tahun, di jalanan Buffalo, New York. Kasus yang ditetapkan kantor koroner sebagai "pembunuhan" (homicide) ini menyoroti kegagalan sistem dalam melindungi kelompok rentan.

Kronologi Kematian Pengungsi Rohingya di AS

Nurul Amin Shah Alam tiba di Amerika Serikat bersama keluarga pada Desember 2024 sebagai pencari suaka. Nasibnya berubah setelah terlibat insiden dengan polisi yang berujung pada penahanan hampir satu tahun di Penjara Erie County. Pada 19 Februari 2025, setelah mengakui dua dakwaan ringan, ia dibebaskan.

Namun, kebebasannya berakhir tragis. Alih-alih diserahkan kepada keluarganya, Patroli Perbatasan AS (CBP) mengantarnya ke sebuah toko donat Tim Hortons yang tutup. Rekaman CCTV menunjukkan pria yang hampir buta dan tidak bisa berbahasa Inggris itu berjalan sendirian dengan sandal penjara di tengah cuaca dingin. Jenazahnya ditemukan lima hari kemudian, pada 24 Februari, di dekat pusat olahraga downtown Buffalo.

Penyebab Kematian dan Temuan Otopsi

Berdasarkan hasil otopsi, penyebab kematian Shah Alam adalah komplikasi akibat perforasi ulkus duodenum, yang dipicu oleh kondisi dehidrasi dan paparan suhu dingin yang ekstrem. Temuan ini memperkuat dugaan kelalaian dalam penanganan kasusnya.

Respons Otoritas dan Kontroversi


Halaman:

Komentar