Motor Listrik MBG Rp56,8 Juta per Unit: Analisis Kritis Harga, Efisiensi, dan Potensi Pemborosan Anggaran

- Selasa, 07 April 2026 | 01:25 WIB
Motor Listrik MBG Rp56,8 Juta per Unit: Analisis Kritis Harga, Efisiensi, dan Potensi Pemborosan Anggaran

Motor Listrik MBG Rp56,8 Juta/Unit: Efisiensi atau Pemborosan Anggaran?

Viral di media sosial video gudang penuh motor listrik masih terbungkus plastik lengkap dengan stiker Badan Gizi Nasional (BGN). Motor-motor tersebut disebut sebagai armada operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Informasi yang beredar menyebutkan ada 70.000 unit motor yang akan didistribusikan, terutama di Jawa Barat dan daerah lain. Harga per unit mencapai Rp56,8 juta, sehingga total nilai pengadaan mencapai Rp3,976 triliun atau hampir Rp4 triliun.

Spesifikasi dan Harga Motor Listrik MBG

Motor yang dimaksud diduga kuat adalah Emmo JVX GT, tipe adventure/trail listrik dengan spesifikasi:


  • Tenaga puncak hingga 7.000 watt (sekitar 9,4 hp)

  • Kecepatan maksimal 80 km/jam

  • Jarak tempuh sekitar 70 km

  • Fitur fast charging (30–80% dalam 1 jam)

  • Ground clearance tinggi dan suspensi long travel untuk medan berat

Harga Rp56,8 juta per unit ini tergolong sangat mahal untuk motor listrik operasional. Bahkan setara dengan harga mobil bekas seperti Toyota Avanza generasi lama.

Kritik Keras soal Efisiensi Anggaran Program MBG

Di tengah gaung efisiensi anggaran negara, pengeluaran hampir Rp4 triliun hanya untuk armada motor listrik ini menuai banyak pertanyaan.

Dengan uang Rp56,8 juta, masyarakat biasa bisa membeli 2 hingga 3 unit motor matic konvensional (contoh: Honda Beat sekitar Rp19–20 juta per unit) atau bahkan motor listrik lokal lain yang jauh lebih murah, seperti:


  • Gesits atau United E-Motor di kisaran Rp23–30 juta

  • Beberapa model adventure listrik lain di bawah Rp40 juta


Halaman:

Komentar