Bobby Tidak Menerima Julukan Tersebut
Bobby mengaku tidak terima dengan kesaksian Noel tersebut. Ia menilai Noel belum mengenal dirinya dengan baik.
"Saya sampaikan, 'Maksudnya gimana bang? Kan abang gak tau dulu pada saat saya berkomunikasi dengan abang, abang gak tahu terkait dengan saya banyak perempuan atau apa istilah abang itu.' Saya pada saat itu tidak terima disebut dengan sebutan seperti itu," tegas Bobby.
Latar Belakang Kasus Pemerasan Sertifikasi K3
Bobby Mahendro didakwa bersama mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer dan sembilan orang lainnya oleh JPU KPK atas tindak pidana pemerasan terkait pengurusan sertifikasi K3 senilai Rp6,5 miliar lebih tepatnya Rp6.522.360.000.
Kasus ini bermula pada 2021 ketika Hery Sutanto selaku Direktur Bina Kelembagaan K3 (BKK3) mengadakan pertemuan dengan sejumlah stafnya. Dalam pertemuan itu, Hery meminta agar tradisi pungutan biaya nonteknis atau under-the-table untuk penerbitan dan perpanjangan sertifikasi K3 tetap dilanjutkan, dengan besaran Rp300.000 hingga Rp500.000 per dokumen.
Para pemohon sertifikasi yang tidak memberikan uang akan mengalami proses yang diperlambat, dipersulit, atau bahkan tidak diproses sama sekali dengan alasan administrasi tidak lengkap. Rekening bank khusus kemudian dibuka untuk menampung uang pungutan tersebut.
Artikel Terkait
Harga Pertamax 92 Naik? Simak Penjelasan Menteri ESDM & Penyebabnya
Atlet MMA Hendrikus Rahayaan Ditangkap, Tersangka Pembunuhan Ketua Golkar Maluku Tenggara
Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara: Kronologi, Pelaku Atlet MMA, dan Motif Konflik dengan John Kei
TNI AL Jelaskan Hak Lintas Transit Kapal Perang AS di Selat Malaka