Harga Pertamax 92 Berpotensi Naik, Ini Penjelasan Menteri ESDM
Ketidakpastian harga minyak mentah dunia mulai berdampak pada harga bahan bakar domestik. Setelah PT Pertamina menaikkan harga Pertamax Turbo dan Dexlite, perhatian kini tertuju pada potensi kenaikan harga Pertamax 92.
Sinyal Kenaikan Harga Pertamax dari Menteri ESDM
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan sinyal bahwa fluktuasi Indonesia Crude Price (ICP) yang melambung dapat memicu penyesuaian harga tahap berikutnya bagi BBM non-subsidi RON 92 atau Pertamax.
Bahlil menegaskan bahwa kenaikan harga Pertamax Turbo merupakan penyesuaian tahap pertama oleh Pertamina dalam menyikapi dinamika harga minyak dunia. Ia menyatakan, "Kalau harga (minyaknya) turun, ya (Pertamax) tidak naik. Tapi kalau harganya begini terus, ya mungkin pasti ada penyesuaian."
Pemerintah menegaskan bahwa jaminan harga hanya berlaku untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar, sementara harga BBM non-subsidi seperti Pertamax 92 mengikuti mekanisme pasar.
Penyebab Potensi Kenaikan: Harga Minyak Dunia Melambung
Pemicu utama potensi kenaikan ini adalah gejolak harga minyak mentah dunia. Pada perdagangan awal minggu ini, harga minyak sempat naik signifikan menyusul ketegangan di Selat Hormuz, jalur penting pasokan energi global.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat menyebabkan gangguan lalu lintas kapal tanker, yang langsung berdampak pada pasar. Harga minyak mentah acuan seperti Brent sempat mendekati level USD 96 per barel. Saat ini, ICP Indonesia berada di kisaran USD 76 per barel, namun trennya masih fluktuatif dan cenderung meningkat.
Artikel Terkait
Irviand Bobby Ungkap Asal Julukan Sultan Kemnaker dari Noel di Sidang KPK
Atlet MMA Hendrikus Rahayaan Ditangkap, Tersangka Pembunuhan Ketua Golkar Maluku Tenggara
Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara: Kronologi, Pelaku Atlet MMA, dan Motif Konflik dengan John Kei
TNI AL Jelaskan Hak Lintas Transit Kapal Perang AS di Selat Malaka