MULTAQOMEDIA.COM - Ketegangan antara Habib Rizieq Shihab dan Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman kembali memanas. Isu utama yang memicu polemik adalah tuduhan Habib Rizieq mengenai narasi "kabur ke Yaman" yang disebut-sebut sebagai bisikan dari seorang "Jenderal Baliho".
Istilah "Jenderal Baliho" muncul sebagai sindiran politik terhadap kebijakan penertiban baliho tokoh agama dan politik di berbagai daerah. Saat menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Dudung Abdurachman mendukung aparat dalam menertibkan baliho yang melanggar aturan ruang publik. Kebijakan ini menuai pro dan kontra. Pendukung Dudung menilai langkah tersebut sebagai penegakan aturan ketertiban umum, sementara pihak yang tidak setuju menganggapnya terlalu keras terhadap simbol atau atribut tertentu.
Julukan "Jenderal Baliho" terus digunakan dalam dinamika politik, terutama ketika Dudung menyampaikan pandangan tegas terhadap isu-isu keagamaan dan keamanan. Hal ini kemudian dikaitkan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta para pengkritiknya untuk "kabur ke Yaman".
Bantahan Tegas Dudung Abdurachman
Menanggapi tuduhan Habib Rizieq, Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman membantah keras. Ia menegaskan tidak pernah menjadi pembisik Presiden terkait isu "kabur ke Yaman". Dudung juga menekankan bahwa tidak ada persoalan pribadi antara dirinya dan Habib Rizieq.
"Tapi artinya bahwa menurut saya bahwa Pak Rizieq, ya, sudah tualah, sudah sama-sama tua. Ya marilah kita bangun bangsa ini dengan keteduhan, dengan tidak memprovokasi," ujar Dudung saat ditemui awak media di Kantor KSP, Jakarta Pusat.
Dudung mengingatkan peran ulama yang seharusnya membawa keteduhan bagi umat, bukan justru merendahkan pihak lain. "Kalau dikatakan sebagai ulama, ulama itu yang selalu meneduhkan, ya. Berpikir jernih, matanya tidak pernah merendahkan orang lain, mulutnya tidak menjelekkan orang lain, hatinya juga dia tidak berprasangka buruk kepada orang lain, dan tangannya juga tidak dikotori dengan hal-hal yang tidak baik," tuturnya.
Artikel Terkait
Kyai Ashari Kabur Usai Mangkir dari Pemeriksaan, Polisi Siap Lakukan Penangkapan
PH Indigo Viral: Ahmad Dhani Singgung Gosip Infotainment dan Stasiun TV
Defisit APBN 2026 Tembus Rp240,1 Triliun di Kuartal I, Menkeu Ungkap Penyebab dan Strategi Pengendalian
Ahmad Dhani Akhirnya Bongkar Alasan Cerai Maia Estianty: Selingkuh dan Bukti Tanda Tangan