Dudung Bantah Jadi Dalang di Balik Ucapan Kabur ke Yaman Habib Rizieq

- Selasa, 05 Mei 2026 | 12:25 WIB
Dudung Bantah Jadi Dalang di Balik Ucapan Kabur ke Yaman Habib Rizieq

Mantan KSAD ini juga berpesan agar semua pihak menjaga lisan dan hati demi persatuan nasional. "Makanya jaga mata, jaga hati, dan jaga mulut. Ya inilah maksud saya, kita sama-sama anak bangsa yang situasi ini juga tidak baik masalah ekonomi, masalah politik, masalah hukum," tambah Dudung. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memecah belah bangsa dan meyakini rakyat Indonesia sudah cukup dewasa dalam menangkal hoaks.

Kronologi Pernyataan "Kabur ke Yaman"

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut soal "pergi ke Yaman" menjadi sorotan publik. Ucapan ini disampaikan dalam pidato di Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II, Cilacap, Jawa Tengah. Prabowo menyinggung agar pihak yang terus-menerus melontarkan kritik keras dapat "pergi ke Yaman".

"Ada yang mau kabur. Ada yang mau kabur, kabur aja, kau kabur saja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman, silakan," kata Prabowo. Ia menilai orang-orang tersebut tidak objektif melihat realita dan telah meminggirkan fakta soal masa depan Indonesia yang cerah.

Pernyataan ini memicu reaksi beragam. Sebagian pihak menilai sebagai sindiran politik spontan, sementara yang lain menganggapnya berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik. Politisi PDIP Guntur Romli mengkritik pidato tersebut sebagai retorika berbahaya dan menunjukkan sikap antikritik yang dibalut sentimen merendahkan negara sahabat.

"Ada masalah apa Pak Prabowo dengan Yaman? Ini negara Sahabat loh Pak. Gak pernah ada masalah dengan kita. Ada ribuan pelajar Indonesia di Yaman saat ini. Jangan merendahkan," ujar Guntur Romli melalui video di Instagramnya.

Polemik ini menunjukkan bahwa setiap pernyataan politik dapat dengan cepat menjadi isu nasional dan memicu perdebatan di kalangan politisi, tokoh masyarakat, dan publik secara luas. Hingga kini, perdebatan terkait ucapan "kabur ke Yaman" dan keterlibatan "Jenderal Baliho" masih menjadi perhatian publik di berbagai platform informasi.


Halaman:

Komentar