Berdasarkan hasil pemeriksaan dan rekaman kamera pengawas (CCTV), polisi memastikan pelaku bertindak sendirian saat situasi di lokasi sedang sepi.
Usai melakukan aksinya, pelaku sempat bersikap tenang dan tetap bekerja seperti biasa. Namun, gerak cepat polisi membuat pelaku akhirnya berhasil dibekuk di wilayah Surabaya.
Sementara itu, adik korban, Adi Deden Februardi, mengaku terkejut atas peristiwa tersebut. Menurut keluarga, korban dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan tidak pernah banyak bercerita mengenai masalah pribadinya.
Keluarga juga mengaku sempat mendengar cerita mengenai pinjaman online yang dipinjam oleh teman korban. Namun, mereka tidak menyangka persoalan tersebut akan berujung pada tragedi pembunuhan.
"Pagi kejadian, HP kakak hilang, tetapi sepeda motor dan dompet masih ada. Kami juga heran karena yang pertama kali dihubungi justru kakak ipar saya, padahal tidak saling mengenal," kata Adi.
Hingga kini, Satreskrim Polrestabes Surabaya masih terus mendalami barang bukti dan keterangan sejumlah saksi guna melengkapi proses penyidikan kasus pembunuhan satpam ini.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri