Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto, membenarkan peristiwa pengeroyokan tersebut. Ia menyatakan bahwa korban merupakan warga Jalan Apus, Kelurahan Kota Bambu Selatan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. “Korban dibawa ke RS Tarakan Jakarta Pusat usai tidak sadarkan diri,” kata Bhudi pada Sabtu (16/5/2026).
Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kronologi kejadian. Salah satu poin yang menjadi fokus adalah informasi yang menyebutkan korban dilempar dari lantai dua. “Terkait informasi yang menyebutkan korban dilempar dari lantai 2, hal tersebut masih dalam proses penyelidikan,” ujar Bhudi. Pihak kepolisian belum menyimpulkan apakah korban jatuh sendiri saat dikeroyok atau sengaja dilempar oleh pelaku.
Petugas dari Polsek Grogol Petamburan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, dan mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi. “Kami masih melakukan pendalaman terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat,” tegas Bhudi. Polisi juga memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.
Viral di Media Sosial dan Desakan Publik
Video kondisi korban yang beredar di media sosial memicu gelombang simpati dan kemarahan publik. Banyak warganet menilai tindakan pengeroyokan tersebut sudah di luar batas kemanusiaan, terlebih korban disebut tidak memulai keributan. Dalam narasi yang viral, korban dikabarkan mengalami pecah pembuluh darah dan kerusakan pada batang otak akibat kekerasan yang dialaminya.
Kasus ini menjadi sorotan karena aksi kekerasan dilakukan secara brutal terhadap seseorang yang diduga hanya berniat melerai konflik. Publik kini menanti langkah tegas aparat kepolisian untuk menangkap seluruh pelaku dan mengungkap fakta sebenarnya di balik tragedi berdarah tersebut.
Artikel Terkait
Pemakzulan Sara Duterte: Pelajaran Politik untuk Indonesia dan Nasib Gibran di Tengah Ancaman Krisis Institusional
Anggota DPRD Jember Resmi Dijatuhi Sanksi Teguran Keras Gerindra Usai Viral Merokok dan Main Gim Saat Rapat
Ayu Aulia Minta Maaf dan Cabut Pengakuan Hamil Ridwan Kamil Serta Bupati Bintan, Sebut Halusinasi Akibat Efek Obat
Harta Kekayaan Gibran Rakabuming Raka Tembus Rp27,9 Miliar, Naik Hampir Rp400 Juta dalam Setahun