Dalam video yang viral, terdengar percakapan yang diduga menyinggung nominal pembagian fee proyek. Bahkan, narasi yang berkembang menyebut adanya protes dari salah satu pihak terkait pembagian komisi tersebut.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kebenaran isi percakapan maupun dugaan praktik yang disebut dalam video. Belum diketahui pula kapan tepatnya percakapan itu terjadi dan siapa saja pihak yang terlibat.
Isu ini telanjur memicu perhatian publik karena menyangkut program pembangunan yang bersumber dari anggaran untuk kepentingan masyarakat desa. Sejumlah warganet menilai apabila dugaan tersebut benar, hal itu dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap program koperasi desa yang sedang digencarkan pemerintah.
Publik berharap aparat penegak hukum dapat mengusut dugaan tersebut secara objektif tanpa pandang bulu apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum.
"Kalau sejak awal program rakyat sudah diduga jadi bancakan oknum, bagaimana masyarakat bisa percaya?" tulis komentar lain di media sosial.
Program Kopdes Merah Putih sebelumnya diperkenalkan sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa melalui pengembangan koperasi dan usaha masyarakat. Karena itu, masyarakat berharap pelaksanaan program benar-benar dijalankan secara profesional, transparan, dan tepat sasaran.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah daerah, pihak kontraktor, maupun aparat Kodim terkait viralnya dugaan permainan proyek tersebut.
Artikel Terkait
Wagub Sumbar Vasko Ruseimy Alami Kecelakaan Saat Perjalanan Dinas dari Solok Selatan ke Padang, Tim dan Dirinya Dinyatakan Selamat
Prabowo soal Dolar: Warga Desa Tak Terdampak, Media Malaysia Soroti
Dugaan Pemalsuan Paspor Anak untuk Hak Asuh: Oknum Wamen Imigrasi Diduga Terlibat
Rupiah Anjlok ke Rp17.600, Prabowo Sebut Orang Desa Tak Pakai Dollar, Artis dan Selebgram Beri Sindiran Pedas