Relawan Ungkap Maksud Prabowo Soal Warga Desa Tak Pakai Dolar: Langkah Bijak di Tengah Krisis
MULTAQOMEDIA.COM - Pernyataan Presiden Prabowo mengenai nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) perlu dipahami secara utuh agar tidak disalahartikan untuk kepentingan politik atau membangun kebencian di masyarakat.
“Yang dimaksud Presiden Prabowo adalah masyarakat di desa tidak perlu khawatir berlebihan meskipun nilai tukar Dolar naik hingga menyentuh angka Rp17.600,” jelas Ketua Umum Relawan Jarnas for Prabowo-Gibran, Nasarudin, dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 17 Mei 2026.
Menurut Nasarudin, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang meringankan beban masyarakat. Mulai dari kebijakan subsidi hingga upaya mempertahankan harga BBM tetap terjangkau, sehingga dampak kenaikan Dolar tidak langsung membebani rakyat.
Di tengah tekanan ekonomi global saat ini, hampir seluruh negara juga mengalami dampak penguatan Dolar AS. Kondisi ini bukan hanya dialami Indonesia, melainkan fenomena global yang harus dihadapi bersama.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Ketahanan Pangan adalah Masalah Hidup dan Mati Bangsa, Koperasi Desa Jadi Solusi Strategis
Anies Baswedan Puji Jusuf Kalla sebagai Teladan Bangsa, Isyarat Dukungan untuk Pilpres 2029?
Putusan MK Soal IKN Beri Kepastian Hukum, Aktivis Soroti Status Jakarta yang Kian Tak Jelas
Putusan MK Jakarta Masih Ibu Kota: Giri Ramanda Peringatkan IKN Jangan Sampai Jadi Kota Hantu