"Tapi kita nggak peduli, yang penting kinerjanya membaik," sambungnya.
Berdasarkan data resmi Kementerian Keuangan, realisasi setoran dari sektor bea dan cukai hingga akhir April 2026 mencapai Rp100,6 triliun. Angka ini tercatat 0,6 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Capaian ini menjadi perbaikan signifikan, mengingat performa penerimaan kepabeanan sempat terpuruk dalam tiga bulan pertama tahun ini akibat kontraksi beruntun, masing-masing sebesar 14 persen pada Januari, 14,7 persen pada Februari, dan 12,6 persen pada Maret.
Purbaya memaparkan bahwa indikator keseriusan pegawai DJBC di lapangan juga dibuktikan melalui masifnya angka penindakan hukum terhadap komoditas selundupan dan ilegal di berbagai wilayah perbatasan sepanjang kuartal pertama.
Khusus untuk klaster penindakan rokok ilegal, Bea Cukai berhasil menyita hingga 684 juta batang rokok per April 2026. Angka ini melonjak tajam sebesar 125,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Sementara itu, untuk penindakan penyelundupan narkotika, otoritas kepabeanan berhasil melakukan intersep sebanyak 522 kali atau tumbuh 10,8 persen yoy. Ini menunjukkan peningkatan efektivitas pengawasan di lapangan.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?