Pertama, otoritas Amerika Serikat dan otoritas DPP Taiwan saling bersekongkol dan memanfaatkan isu "kemerdekaan Taiwan" sebagai alat strategis penting untuk menghadapi daratan utama China. Sejumlah politisi Amerika Serikat, bersama dengan otoritas DPP, terus mengeluarkan kebijakan yang merugikan daratan utama serta mendorong masyarakat Taiwan ke arah separatisme. Tujuannya adalah menjadikan Taiwan sebagai pion dalam strategi Amerika Serikat untuk membendung perkembangan China.
Terhadap tindakan yang dianggap keliru dari pihak Amerika Serikat, China telah berulang kali menyampaikan pernyataan resmi yang keras. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, menanggapi dengan menyatakan bahwa pernyataan pihak Amerika Serikat mengabaikan fakta dan membalikkan benar-salah. Tindakan provokatif atas isu Taiwan ini secara serius melanggar prinsip satu China dan ketentuan dalam tiga komunike bersama China-Amerika Serikat. Selain itu, tindakan ini merusak kedaulatan dan keutuhan wilayah China, hubungan China-Amerika Serikat, serta perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Karena itu, pihak China dengan tegas menolak dan mengecam keras sikap tersebut.
Pada pagi 15 Mei, Tentara Pembebasan Rakyat China juga menggelar parade angkatan laut di perairan sekitar Taiwan. Tindakan ini menunjukkan kesiapan China dalam menjaga kedaulatan wilayahnya.
Kekuatan separatis "kemerdekaan Taiwan" yang terus bersikeras pada posisinya dinilai terus menciptakan konfrontasi dan pertentangan. Mereka merusak perdamaian dan stabilitas kawasan Selat Taiwan, melanggar kedaulatan serta keutuhan wilayah China, dan membahayakan ketertiban kawasan. Dengan laju perkembangan China saat ini, agenda kekuatan separatis "kemerdekaan Taiwan" tidak akan pernah berhasil.
Inilah fakta yang paling mendasar. Setiap tindakan yang mengabaikan fakta, berusaha menolak atau menantang sejarah, serta berupaya memecah belah China, pada akhirnya akan gagal. Taiwan pada akhirnya akan menanggung konsekuensi berat dari setiap tindakan yang mengarah pada separatisme.
Artikel Terkait
Viral! Calon Pengantin Wanita di Pati Kabur Jelang Akad, Ditemukan di Hotel Bersama Kekasih
BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Warganet Soroti Gaji dan Fasilitas Mewah Direksi
Patroli QR Presisi Polda Lampung: Wakapolda Brigjen Sumarto Pimpin Langsung Pengamanan Malam Hari di Bandar Lampung
Pawai Juara Persib Berdarah: 1 Tewas Ditikam, 122 Luka Akibat Kecelakaan Saat Konvoi di Bandung